BUMN (Kembali) Mengajar, Bersama Perum BULOG

Pada Jumat, 18 November 2016 SMAN 2 Tasikmalaya kembali didatangi oleh salah satu BUMN yaitu Perum BULOG dalam rangka mengabdikan kepada masyarakat khususnya dalam bidang pendidikan. Program BUMN Mengajar mempunyai tujuan untuk menumbuhkan kontribusi SDM BUMN terhadap kecerdasan bangsa, mengenalkan BUMN, baik organisasi maupun bidang/profesi, memberi motivasi siswa untuk belajar dan berkarya guna mencapai masa depan yang lebih baik.

Pada tahun 2016 ini Perum Bulog menyelenggarakan program BUMN Mengajar di 10 sekolah, yaitu SMAN 2 Subang, SMPN 1 Pinrang, SMKN 2 Magelang, SMAN 1 Wonogiri, SMAN 1 Talun Blitar, STPP Yogyakarta, SMA Pius Tegal, SMAN 2 Tasikmalaya, SMAN 2 Jakarta, dan SMKN 12 Jakarta.

Bertempat di Graha Bakti Alumni SMANDATAS, diwakili salah satu mantan Kepala Perum Bulog pusat Wahyu, yang sekarang menjabat PT. Pertani (Persero) yang juga almunus SMAN 2 Tasikmalaya lulusan tahun 1986 memberikan motivasi kepada seluruh peserta didik kelas XII, staf OSIS serta dihadiri para guru. Dibuka dengan persembahan Dekressi berupa kolaborasi seni angklung dan tarian yang merupakan seni unggulan yang sudah berprestasi.
Dalam sambutan Kepala SMAN 2 Tasikmalaya, Drs. Aam Abdullah M., M.M. mengatakan tujuan BUMN mengajar ini sangat baik untuk mendapatkan pengetahuan baru selain dari BUMN-BUMN yang sudah datang dan memberikan kontribusinya berupa pengalaman dan peran BUMN dalam pembangunan, yang akan dijadikan bekal untuk masa datang sesuai cita-citanya.

Wahyu juga memberikan motivasi “anak-anaknya” untuk mencapai “mimpi” positif, juga memberi wawasan terhadap siswa mengenai profil BUMN Perum Bulog, peran, tupoksi (tugas pokok dan fungsi) serta rencana kerja perusahaan plat merah tersebut.

Kehadiran direktur (mantan) Perum Bulog tersebut mendapat sambutan antusias ratusan siswa yang memadati Aula (GBA), tempat digelarnya program BUMN Mengajar oleh jajaran direksi Bulog pusat dan daerah Jawa Barat serta kepala kantor perwakilan priangan timur.

“Fokusnya hari ini adalah menginformasikan mengenai tugas dasar bulog itu seperti apa, ke depannya mau seperti apa. Biar anak-anak (siswa) semua tahu dan memahami dengan baik,” kata Wahyu dikonfirmasi usai kegiatan BUMN Mengajar.

Sempat muncul belasan pertanyaan dari para siswa yang sebagian berasal dari kelas XII dan sebagian kelas XI jurusan MIPA dan IPS tersebut.

Namun semuanya direspon Wahyu dengan memberi penjelasan panjang lebar seputar kinerja Bulog dalam hal pelayanan masyarakat, tugasnya menyeimbangkan/mengendalikan harga beras dan sejumlah komoditas pokok hingga rencana usaha mereka menggandeng badan-badan usaha milik desa (BUMDes) secara nasional untuk melakukan fungsi serapan gabah dengan pola kerjasama saling menguntungkan.

“Kami sengaja juga beri motivasi kepada siswa agar memiliki cita-cita, mimpi dan angan untuk bisa seperti ini (berada di puncak karir), bekerja di BUMN itu bukan sesuatu yang mustahil dicapai kalau ada kemauan. Kuncinya ya itu, kemauan dulu,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Perum Bulog memberikan bantuan CSR-nya kepada SMAN 2 Tasikmalaya yaitu berupa seperangkat gamelan sunda untuk Dekressi dan pembuatan rumah pohon (masih tahap penyelesaian) sebagai tempat belajar diluar kelas sekaligus menandatangi prasastinya. (*denalfin, dari beberapa sumber*)

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*