Halal Bil Halal Keluarga Besar SMAN 2 Tasikmalaya

Masih dalam rangka Idul Fitri 1437 H, Keluarga Besar SMAN 2 Tasikmalaya telah melaksanakan apa yang disebut halal bi halal, hal itu bermakna, “ saya mohon maaf atas segala kesalahan saya kepada anda. Sebaliknya, saya sudah memaafkan terlebih dahulu kesalahan anda kepada saya, bila ada.” Substansi kegiatan ini sebenarnya adalah kerelaan untuk bermaaf-maafan, sebagai pangkal tolak untuk kembali memulai kehidupan sebagaimana biasa.

Dalam kacamata Islam, halal bihalal bertujuan untuk menghormati sesama manusia dalam bingkai silaturahmi. Halal bihalal dilihat dari sisi silaturahmi dapat menjadi perantara untuk memperluas rezeki dan memperpanjang umur, sebagaimana keterangan sebuah hadis dari Abu Hurairah ra, ia berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda : “Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia bersilaturahmi”.

Agenda sekolah ini dilaksanakan pada Sabtu dan Senin, 16 dan 18 Juli 2016. Pada Sabtu, 16 Juli 2016 bersilaturahmi dengan Keluarga Besar SMAN 2 Tasikmalaya yang dihadiri seluruh staf pimpinan, guru dan staf tata usaha SMAN 2 Tasikmalaya, para undangan dari Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, mantan guru, mantan TU dan kepala SMAN 2 Tasikmalaya, serta Alumni yang dihadiri oleh Dicky Chandra (artis nasional).

Dalam acara tersebut juga dilakukan perpisahan dengan salah satu guru yang telah memasuki purna bakti (pensiun) yaitu Ibu Dra. Hj. Lilis Muchlishoh M., M.Pd. mnatan guru Bimbingan dan Konseling.  Sedangkan berhalal bilhalal dengan para siswa telah dilaksanakan bertepatan dengan dimulainya waktu pertama masuk sekolah, Senin, 18 Juli 2016.

Halal bihalal merupakan tradisi khas yang merefleksikan bahwa Islam adalah agama toleransi, yang mengedepankan pendekatan hidup rukun dengan semua agama. Pesan universal Islam untuk selalu berbuat baik, memaafkan kesalahan orang lain dan sarana untuk saling berlomba-lomba dalam kebaikan sehingga tetap menjadi warna tersendiri bagi masyarakat muslim Indonesia. Terlepas dari makna sebenarnya kegiatan halal bihalal tergantung pada niat orang yang menggelarnya dan perspektif setiap masyarakat dari mana menilainya. Jangan sampai silaturahmi hanya sebatas simbol kepedulian dan ajang pencitraan untuk memenuhi agenda tahunan dalam rangka memeriahkan hari raya kemenangan. (.*dikutif dari beberapa sumber)

 

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*